kegilaan yang kau dah beri
langsung tak ada infeksi
sikit pun tak terkutik lagi
masih kental di hati.
kau tak tahu ini
ya. kau tak tahu.
.
Friday, July 30, 2010
Thursday, July 29, 2010
With Me.
saban malam aku harap kau datang.
bukan untuk membuka pintu hati
dan terus menerbangkan aku pergi,
tapi,
aku harap kau ada disini.
temani aku sampai mati.
bukan untuk membuka pintu hati
dan terus menerbangkan aku pergi,
tapi,
aku harap kau ada disini.
temani aku sampai mati.
Monday, July 26, 2010
Pari Pari Itu.
kau berlari lajuterus mengetuk hatiku yang berpintu
keegoan menghalang aku dari menyelak lembaran itu;
cuma mengintai sedikit dari tabir waktu.
kau setia menunggu
entah apa yang merasuk
aku tumpahkan rasa hati,
kotak hati aku biarkan tak berkunci
tapi;
kau cuma datang untuk menguji,
dan kesekian kali,
aku rasa kan aku tak ubah
dari asyik bermimpi.
Sunday, July 25, 2010
Kirana.
dulu;
sampai sekarang
dia masih menunggu peluang
saban hari masa yang kian terbuang
namun tak pernah nak diendah, dipandang;
cuma mengharap apa yang bakal mendatang
kecewa dalam akur;
ya.
mungkin bukan sekarang
harap segala nya akan lebih terang
untuk hari mendatang
sampai sekarang
dia masih menunggu peluang
saban hari masa yang kian terbuang
namun tak pernah nak diendah, dipandang;
cuma mengharap apa yang bakal mendatang
kecewa dalam akur;
ya.
mungkin bukan sekarang
harap segala nya akan lebih terang
untuk hari mendatang
Thursday, June 3, 2010
Go To Sleep.
meniti usia senja keseorangan
dengan unjuran kaki di lantai kehitaman
bersandarkan dinding usang reput
dengan postur badan yang sudah mula bongkok
kulit mulit sudah berkedut
si tua mengerling;
melihat tivi kecil yang tidak menghidangkan apa apa
cuma gelojak nafsu dunia yang tidak pernah reda
pembunuhan, peperangan di sini sana
terlalu jerih untuk diratap hiba
di birai pintu itu
si tua masih duduk berteleku
gigitan tiruk dan sibelangbelang langsung tak mengganggu
ya;
si tua itu masih menunggu
langsung tak kenal erti jemu
sedang yang ditunggu sedang hebat berdansa
cuma kenal erti hiburan di kota
tak terfikir langsung tentang si ibu yang sudah tua
yang cuma tunggu masa..
dengan unjuran kaki di lantai kehitaman
bersandarkan dinding usang reput
dengan postur badan yang sudah mula bongkok
kulit mulit sudah berkedut
si tua mengerling;
melihat tivi kecil yang tidak menghidangkan apa apa
cuma gelojak nafsu dunia yang tidak pernah reda
pembunuhan, peperangan di sini sana
terlalu jerih untuk diratap hiba
di birai pintu itu
si tua masih duduk berteleku
gigitan tiruk dan sibelangbelang langsung tak mengganggu
ya;
si tua itu masih menunggu
langsung tak kenal erti jemu
sedang yang ditunggu sedang hebat berdansa
cuma kenal erti hiburan di kota
tak terfikir langsung tentang si ibu yang sudah tua
yang cuma tunggu masa..
Tuesday, June 1, 2010
darah-darah Gaza
peluru-peluru dari langit
pada impak maksima
tertanam di tubuh-tubuh
kotor berdaki yang bercampur
dengan darah-darah suci
mengalir pekat
meresap bumi
dari puncak gunung
saki-baki yang meleleh ke sungai dunia
mengairi seluruh pelosok bumi Tuhan
membasahi kudrat saudara-saudara seagama
yang buta mata sesat ikhtiar lumpuh usaha
kini kelu bicara
cuma menonton engkau
syahid di bumi Gaza
Doakan saudara-saudara kita di Gaza.
pada impak maksima
tertanam di tubuh-tubuh
kotor berdaki yang bercampur
dengan darah-darah suci
mengalir pekat
meresap bumi
dari puncak gunung
saki-baki yang meleleh ke sungai dunia
mengairi seluruh pelosok bumi Tuhan
membasahi kudrat saudara-saudara seagama
yang buta mata sesat ikhtiar lumpuh usaha
kini kelu bicara
cuma menonton engkau
syahid di bumi Gaza
Doakan saudara-saudara kita di Gaza.
Subscribe to:
Posts (Atom)